Gaya Gravitasi Kasur

Tiada gading yang tak retak
Artinya tidak ada mahasiswa yang bisa konsisten bangun pagi

#gag nyambung
#abaikan

     Bangun pagi adalah salah satu hal yang sangat spektakuler buat mahasiswa. Bangun pagi adalah satu dari sekian keajaiban dunia mahasiswa. Bangun pagi banyak banget godaannya. Terutama godaan buat tidur lagi.

     Sebenarnya udah jadi mitos klasik kalo mahasiswa itu susah bangun pagi. Ada berbagai alasan mereka tidak bisa bangun pagi mulai dari insomnia, ngerjain tugas, gag ada gebetan yang sms selamat pagi, sampai ikut ronda sama bapak kos

     Tapi permasalahan utama dari susah bangun pagi adalah adanya gaya gravitasi kasur yang berlebihan.
Selama ini gaya gravitasi bumi selalu menjadi perbincangan hangat di pelajaran fisika. Dan gravitasi kasur justru dianak tirikan *puk puk gravitasi kasur

Hasilnya banyak mahasiswa yang terjebak dalam gaya gravitasi kasur yang berlebihan dan susah untuk bangun pagi.

Jadi apa itu gaya gravitasi kasur?
Gaya gravitasi kasur adalah gaya tarik kasur terhadap mahasiswa yang tidur di atasnya

Apa akibat gaya gravitasi kasur?
     Pada kondisi normal, gaya gravitasi kasur akan membuat mahasiswa untuk tidur dalam rangka istirahat. Tapi apabila berlebihan, gaya gravitasi kasur akan membuat mahasiswa semakin tertarik terhadap kasur dan sulit untuk bangun tidur

     Ngomong-ngomong gravitasi kasur, Diko tertarik buat meneliti rumus gravitasi kasur. Demi penemuan besar ini, Diko mengajak Fredo yang sudah malang melintang sebagai ilmuan musik dangdut. Belakangan Diko sadar kalo gag nyambung

Penelitian ini difokuskan untuk menghitung gravitasi kasur saat sahur karena saat itu bertepatan dengan bulan puasa

Penelitian dimulai

     Sambil diiringi musik dangdut, Fredo mulai mengamati berbagai faktor yang mempengaruhi gravitasi kasur. Sedikit demi sedikit akhirnya rumus gaya gravitasi kasur akhirnya terkuak
Hasil penelitian Fredo akhirnya di publikasikan pada komik Kampus Holic edisi 216 Gravitasi Kasur

Dari rumus di atas dapat diketahui ada beberapa faktor yang mempengaruhi gaya gravitasi kasur
Pertama, Berat Badan
Semakin berat badan seorang mahasiswa maka akan menghasilkan gaya yang semakin besar terhadap kasur. Dan kasur akan memberikan respon berupa gaya gravitasi kasur yang semakin besar

Kedua, Selisih Waktu Bangun dengan Waktu Mulai Aktivitas
Saat bangun tidur semakin mendekati waktu mulai aktivitas (contohnya waktu imsyak) maka gravitasi kasur akan membesar. Kenapa bisa begitu?Fredo sendiri juga bingung menjelaskannya
Dan,, ketika Fredo mulai bingung, gantian Diko yang mennjelaskannya…

Penjelasan rumus diatas Akibat Gravitasi Kasur berbanding terbalik dengan selisih waktu bangun dengan waktu aktivitas
Mengambil setting certia waktu bulan puasa kemarin, dimana aktivitas yang dimaksud adalah waktu imsyak Maka gravitasi kasur akan semakin besar saat mendekati imsyak Akibatnya mahasiswa lebih susah untuk bangun

Contoh 1 : 
Fredo berat badan 70 kg bangun pukul 4.00
dan imsyak pukul 4.30 Maka G= 70 / ( 30 ) G = 2,3 kg/menit

Contoh 2 : 
Diko berat badan 55 kg bangun pukul 4.20
dan imsyak pukul 4.30 Maka G = 55 / (10) G = 5,5 kg /menit

     Gue sadar penelitian ini belum sempurna seperti yang diharapkan. Tapi gakpapa, Om Alfa Edison aja bisa bikin bola lampu setelah 10.000 kali percobaan. Gue yakin penelitian ini akan sempurna di masa depan. Gue berharap gaya gravitasi kasur akan masuk dalam kurikulum sekolah lalu Kampus Holic dapet nobel perdamaian. Imajinasi gue memang keren

     Di akhir tulisan  gag penting ini gue teringat bahwa salah satu kunci kehebatan om Steve Jobs adalah karena om Steve Jobs rajin bangun pagi.

About kampusholic

7 thoughts on “Gaya Gravitasi Kasur

  1. Wakakaka imajinasinya bener-bener parah…
    Cuma ginian doang masa bisa masuk kurikulum sekolah + dapet nobel perdamaian :v
    Tapi gak apa-apalah, bagus juga. Mungkin rumus ini juga bisa mengalahkan rumus Hukum Newton *ngakak guling-guling*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *