Masalah Klasik Memilih Jurusan Kuliah

Salah satu permasalahan klasik calon mahasiswa dan mahasiswa adalah memilih jurusan kuliah. Memilih jurusan kuliah itu gampang-gampang susah, gampang kalo jelas tujuannya dan susah kalo enggak tau kuliah itu mau ngapain.

Ada juga yang bilang milih jurusan kuliah seperti milih jodoh, karena jurusan kuliah itu (katanya) tentang pilihan hidup untuk masa depan. Dan menurut Fredo, memilih jurusan kuliah itu ibarat naik bis kota. Kalo kamu mau ke rumah pacar, kamu harus naik bis kota jurusan ke rumah pacar, bukan bis kota jurusan ke rumah mantan calon gebetan (Fredo, 2014).

Edi “Hai kenalin gue Edi dari Jurusan Teknik Mbribik, elo?”
Fredo “ Gue Fredo, jurusan Jakarta – Jogja PP”



Begitu pentingnya jurusan kuliah, ada berbagai dasar pertimbangan yang digunakan dalam memilih jurusan kuliah.
Pertama adalah atas dasar minat. Kuliah yang menyenangkan itu kalo sesuai dengan minatnya, oleh karena itu minat banyak digunakan sebagai dasar pertama dalam memilih jurusan. Minat utama dari seorang Edi adalah kuliah yang banyak mahasiswi cantiknya, enggak ada skripsi dan cepet lulusnya.

Kedua adalah jurusan favorit. Jurusan favorit adalah jurusan yang banyak diminati untuk kuliah. Salah satu alasannya adalah prospek kerja yang bagus. Peluang masuk jurusan ini sangat berat, tapi masih lebih berat memahami kode dari gebetan #Uhuk.

Peluang untuk masuk jurusan favorit antara satu banding ratusan sampai ribuan orang.  Begitu ketatnya persaingan untuk masuk jurusan favorit, maka dibutuhkan strategi belajar dan ujian masuk yang tepat. Diko sebagai salah satu sesepuh mahasiswa, menyarankan strategi full attacking dan hard tackling.


Oke Diko gagal fokus lagi.

Ketiga adalah pertimbangan atas dasar banyak temennya. Biasanya ini dipilih oleh tipe-tipe orang yang cemen yang takut enggak bakal punya teman baru. Dan terakhir saat gue nanya ke salah satu follower twitter, atas dasar apa dia milih jurusan kuliah. Dia jawab “Atas dasar suka sama suka”. Jangkrik pasti bangga sama kamu nak

Akan tetapi jurusan yang nantinya terpilih belum tentu jurusan yang diinginkan. Contoh pertama adalah Edi. Edi awalnya ingin masuk Teknik Industri tetapi akhirnya Edi masuk Teknik Mbribik. Edi enggak masalah karena masih sama-sama Teknik, hanya beda objeknya.

Contoh kedua adalah Diko yang ingin masuk jurusan Ilmu Komputer  tetapi akhirnya harus menerima kenyataan kalau dia kuliah jurusan Sastra dan Budaya Jomblo.

Kenapa bisa demikian?

Fredo si ilmuan musik dangdut berhasil menelitinya dan membuat suatu kesimpulan yang logis. Berikut ini penjelasannya
Saat seseorang memilih jurusan kuliah, dia akan menempatkan minat utama di pilihan pertama. Kemudian di pilihan kedua di akan memilih jurusan yang agak disenanginya di pilihan kedua. Dan di pilihan ketiga dia akan memilih jurusan kuliah secara random karena dia pikir yang penting bisa kuliah (apalagi di universitas ternama).

Saat memilih jurusan ke dua dan ketiga ini biasanya dilakukan secara absurd. Ada yang milih sambil merem, milih yang nama jurusannya paling panjang dan ada juga milih sesuai jurusan artis favoritnya. Dan hasilnya, saat kamu enggak bisa masuk ke jurusan yang paling kamu inginkan, kamu akan masuk dalam jurusan yang kamu pilih secara absurd tadi.

Lalu apa yang terjadi saat seseorang enggak masuk pada jurusan kuliah yang diinginkan?

Pertama, orang yang idealisme tinggi akan fokus pada jurusan yang dinginkan dan mencoba untuk ikut ujian masuk universitas tahun depan.

Kedua akan ada mahasiswa yang bertahan di jurusan tersebut karena dikompori kakak angkatan. Kakak angkatan akan ngomporin kalau jurusanmu itu favorit dan prospek kerjanya sangat bagus diberbagai bidang. Lalu si mahasiswa benar-benar merasa di jurusan favorit dan tahun berikutnya ikut ngomporin adek angkatan yang sama-sama nyasar di jurusan tersebut #pfft.
Ketiga adalah mahasiswa yang tetap  bertahan di jurusan tersebut karena merasa cocok meskipun dia sadar itu bukan jurusan favorit. Dia merasa cocok karena lingkungan mahasiswa yang mendukung, menyenangkan dan kuliahnya enggak susah-susah amat. Begitu cocoknya dengan jurusannya, sampai-sampai dia lupa buat lulus dan tau-tau udah ada website“Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2017/2018” *bakar website penerimaan mahasiswa baru*

Dan Harus  Bagaimana Menyikapinya?

Bagi gue pribadi, enggak ada salahnya kamu berusaha mendapatkan jurusan kuliah yang kamu inginkan. Kalaupun kamu tetep belum bisa mendapatkannya, mungkin Tuhan memang memberimu rezeki pada jurusan kuliahmu saat ini.

Kamu tetap harus bersyukur diberi kesempatan untuk menuntut ilmu sampai jenjang pendidikan yang tinggi. Kampus Holic pun enggak akan ada kalo dulu Fredo, Edi, dan Diko tetap memilih mengejar kuliah di jurusan pertamanya.

Dan menurut gue

Apapun jurusan kuliahmu, kamu harus bersyukur mendapat kesempatan untuk kuliah

About kampusholic

13 thoughts on “Masalah Klasik Memilih Jurusan Kuliah

  1. Kalo kita cuma milih jurusan berdasarkan passion dan cuma bermodalkan semangat n sungguh2 dan benar2 ga tau dlm jurusan yg kita pilih tu sebaik nya gimana min mohon pencerahan nya min..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *